Selamat Datang di Website Resmi MTSN 4 Kota Jambi # FORMASI PENERIMAAN SISWA BARU ONLINE DIMULAI PADA TANGGAL 1 MARET 2026 ATAU MENU PPDB BISA DIAKSES PADA TANGGAL 1 MARET 2026 # Selamat Menjalankan Semester Genap 2026/2027 # Selamat Memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2025 # Selamat Memperingati Hari Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 2025 # Selamat Datang Di Website MTsN 4 Kota Jambi

Akademik: Karya Ilmiah Guru


JURNAL LITERASIOLOGI 

PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MTsN JAMBI TIMUR  KOTA JAMBI

SYOFIAN.Is

[email protected]

 

MADRASAH TSANAWIYAH  NEGERI  4

KOTA JAMBI

 

ABSTRAK

Media merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh karena itu guru perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Pemanfaatan media video salah satunya dapat mempermudah dan memperjelas proses daya serap siswa sehingga media video dapat meningkatkan perhatian dan keingginan siswa untuk mengikuti pelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar itu sendiri.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi objektif mengenai pemanfaatan media video dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MTS N Jambi Timur  Kota Jambi yang meliputi ;  jenis motivasi yang timbul dari pemanfaatan media videopada siswa, karakteristik video yang seperti apa yang digunakan di MTS N Jambi Timur Kota Jambi dan gambaran hasil belajar hubungannya dengan pemanfaatan media video pembelajaran.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan prosedur pemecahan masalahnya menggunakan deskripsi  analisis, mengabungkan beberapa pendapat para ahli dan teori-teroi yang relevan serta uraian dari kajian penulis dalam menganalisis temuan-temuan dilapangan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara (1) Angket, (2) Observasi,(3) Wawancara. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif oleh penulis dan didukung oleh pendapat para ahli dan teori yang relevan sehingga mendapatkan suatu kesimpulan penelitian.

Dari hasil analisis penulis didapat bahwa ; pertama  pemanfaatan media video di MTS N Jambi Timur Kota Jambi memberikan efek kepada siswa berupa timbulnya motivasi-motivasi positif seperti ; timbulnya rasa inggin tau siswa lebih dalam terhadap materi yang disampaikan, kosentrasi siswa terfokus pada materi pembelajaran dan siswa sangat tertarik dan berminat untuk belajar karena media video dapat membantu mereka dalam memahami materi-materi yang bersifat abstrak. Kedua  ternyata karakteristik video yang digunakan di MTS N Jambi Timur Kota Jambi sudah memenuhi keritera video pembelajaran dan ketiga karena pemanfaatan media video mampu membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga siswa termotivasi untuk belajar dengan tekun, maka berimplikasi kepada hasil belajar mereka.

Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa media video memberikan pengalaman yang menarik bagi siswa, sehingga siswa termotivasi untuk belajar giat yang pada akhirnya menghasilkan prestasi belajar yang semakin tinggi.

 

Kata Kunci : Media Video dan Motivasi Belajar

 

BAB I

  1. Latar Belakang

Pada hakekatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi yang harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan atau informasi oleh setiap tenaga pengajar dan peserta didik sehingga terjadi proses belajar. Sebagaimana diungkapkan oleh Heinich, Molenda dan Russel (1990 : 4) “Instruction is the arrangement of information to produce learning. The transfer of information from the source to a destination is called communication”.[1]

Sebagai sumber pesan idealnya  seorang guru harus menciptakan kondisi yang memungkinkan proses komunikasi berjalan lancar, agar pesan yang disampaikan dapat diterima melalui “chanel” yaitu alat-alat indera siswa. Guru perlu mengidentifikasi berbagai kemungkinan  atau hal-hal yang dapat mengganggu proses terjadinya komunikasi yakni dengan menggunakan media pembelajara. Media pembelajaran bukan hanya dapat memperlancar proses komunikasi akan tetapi dapat merangsang motivasi siswa dalam merespon dengan cepat tentang pesan yang akan disampaikan, oleh sebab itu media pembelajaran pada akhirnya dapat mendukung peningkatan hasil belajar siswa.

Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Oleh karena itu guru perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru atau fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan mengenai media pembelajaran.

Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dibutuhkan adanya media  yang tepat agar siswa bisa menguasai materi pelajaran yang diberikan dengan baik dan optimal sehingga nantinya akan mencapai hasil yang diingginkan. Disamping itu penggunaan media yang baik juga sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang lebih berhasil dan menyenangkan.

Video/VCD pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencerna materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik. Secara fisik Video/VCD pembelajaran merupakan program pembelajaran yang dikemas dalam kaset video atau VCD dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD player serta TV monitor.

Pembelajaran dengan memanfaatkan video merupakan suatu alternatif yang diperkirakan dapat memberikan perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa pada ranah kognitif, di sisi lain pemanfaatan media video ini juga dapat membantu guru dalam mengatasi keterbatasan waktu, ruang dan  gerak dalam menjawab permasalan-permasalan yang dihadapi.

Pemanfaatan media pembelajaran yang berbentuk video memungkinkan digunakan dalam berbagai keadaan tempat, baik di sekolah maupun di rumah serta yang paling utama adalah dapat memenuhi nilai atau fungsi media pembelajaran secara umum. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka judul yang dipilih dalam makalah ini adalah “Pemanfaatan Media Video Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di MTs N Jambi Timur  Kota Jambi”

 

  1. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah pada makalah ini antara lain :

  1. Motivasi apa saja yang muncul pada siswa sebagai akibat dari penggunaan media video ?
  2. Bagaimana Karakteristik Video yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa ?
  3. Bagaimana gambaran hasil belajar siswa yang menggunakan media video?

 

  1. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
    1. Tujuan Penelitian

Adapun penelian ini bertujuan untuk mengetahui proses penggunaan dan pemanfaatan media video dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

  1. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan ini adalah :

  1. Memberikan masukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang berhubungan langsung dengan Pemanfaatan Video pembelajaran sebagai media pembelajaran.
  2. Memberikan manfaat praktis dalam menambah pengetahuan dan pengalaman dalam menerapkan pengetahuan terhadap masalah – masalah yang dihadapi di dunia pendidikan secara nyata.
  3. Menjadi masukan yang berharga dan upaya sosialisasi perlunya penggunaan media VCD pembelajaran sebagai media pembelajaran alternative

 

BAB II

KERANGKA TEORI

 

  1. Media Pembelajaran

Kata “media” berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar.[2] Sedangkan menurut Gagne (1970) Media adalah berbagai jenis komponen dan lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Briggs  berpendapat bahwa media adalah sejenis alat fisik yang menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.[3]

  1. Jenis-jenis Media Pelajaran

Media pembelajaran sangat beraneka ragam tetapi pada dasarnya diklasifikasikan kedalam beberapa hal yaitu :

  1. Menurut jenisnya media dibagi menjadi :
  2. Media audio
  3. Media visual
  4. Media audio visual
  5. Menurut daya liputnya, media dibagi menjadi :
  6. Media yang memiliki daya liput yang luas dan serentak.
  7. Media yang mempunyai daya liput terbatas oleh ruang dan tempat.
  8. Media untuk media pembelajaran individual seperti modul berprogram dan pembelajaran melalui komputer.
  9. Menurut bahan dan pembuatannya, media dibagi kedalam :
  10. Media yang sederhana.
  11. Media yang kompleks.

Menurut bentuk informasi yang digunakan, kita dapat memisahkan dan mengklasifikasi media penyaji dalam lima  kelompok besar, yaitu media visual diam, media visual gerak, media  audio, media audio visual diam, dan media audio visual gerak.[4]

 

  1. Pengertian Media Video

Media video adalah media yang menyajikan informasi dalam bentuk suara dan visual. Unsur suara yang ditampilkan berupa : narasi, dialog, sound effect dan music, sedangkan unsur  visual berupa : gambar/foto diam (still image), gambar bergerak (motion picture), animasi dan teks.

Video/VCD pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencema materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik. Secara fisik Video/VCD pembelajaran merupakan program pembelajaran yang dikemas dalam kaset video atau VCD dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD player serta TV monitor.

  1. Motivasi Dalam Belajar
    1. Pengertian Motivasi

Menurut Alisuf Sabri, Motivasi adalah segala sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut/mendorong orang untuk memenuhi suatu kebutuhan. Dan sesuatu yang dijadikan motivasi itu merupakan suatu keputusan yang telah ditetapkan individu sebagai suatu kebutuahan/tujuan yang nyata ingin dicapai.[5] Dengan demikian, kebutuhan inilah yang akan menimbulkan dorongan atau motif untuk melakukan tindakan tertentu, di mana diyakini bahwa jika perbuatan itu telah dilakukan, maka tercapailah keadaan keseimbangan dan timbullah perasaan puas dalam diri individu.

  1. Peranan dan Fungsi Motivasi dalam Belajar

Motivasi sangat berperan dalam belajar. Dengan motivasi inilah siswa  menjadi tekun dalam proses belajar, dan dengan motivasi itu pulalah kualitas hasil belajar siswa juga kemungkinannya dapat diwujudkan.

Siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang  kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. Kepastian itu dimungkinkan oleh sebab adanya ketiga fungsi motivasi sebagai berikut:

  1. Pendorong orang untuk berbuat dalam mencapai tujuan.
  2. Penentu arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.
  3. Penseleksi perbuatan sehingga perbuatan orang yang mempunyai motivasi senantiasa selektif dan tetap terarah kepada tujuan yang ingin dicapai.[6]

 

 

BAB III

DESKRIPSI DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

 

  1. Deskripsi Hasil Penelitian
    1. Bentuk Motivasi Yang Timbul Dari Penggunaan Media Video

Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dengan melakukan observasi dan menyebarkan angket motivasi kepada siswa MTs N Jambi Timur kelas IX sebagai sampel, bentuk bentuk motivasi yang timbul akibat dari penggunaan media video dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :

  1. Rasa Ingin Tahu Siswa Lebih Dalam Tentang Materi Pelajaran

Proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan media video pembelajaran dikelas memberikan efek positif bagi siswa. Disaat proses pembelajaran di kelas penulis mengamati aktivitas siswa sewaktu menyaksikan tayangan video pembelajaran, mereka sangat serius dan tertib mengikuti alur materi yang ada di tayangan video tersebut. Hal ini diperkuat dengan jawaban atas pernyataan siswa melalui penyebaran angket. Untuk lebih jelasnya perhatikan Tabel dibawah ini :

Tabel 2 :  Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Membuat  Saya Terpicu Rasa Ingin Tahu Lebih Jauh

Alternatif Pernyataan

Frekuensi

%

Sangat Setuju

17

57

Setuju

8

27

Ragu ragu

5

16

Tidak Setuju

0

0

Sangat Tidak Setuju

0

0

Jumlah

30

100

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dengan penyebaran frekuensi jawaban 57% responden menjawab Sangat Setuju, 27% responden menjawab Setuju, 5% responden menjawab Ragu-ragu, 0% menjawab Tidak Setuju dan 0% menjawab sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa Pembelajaran dengan media video pembelajaran membuat siswa terangsang motivasi belajar dan rasa inggin taunya lebih jauh tentang materi-materi yang disampaikan.

 

  1. Kosentrasi Siswa Terfokus Pada Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran yang disusun dengan baik dan disampaikan melalui Media Video Pembelajaran membuat siswa terkonsentasi terhadap tayangan tersebut. Ini dibutikan dengan jawaban atas pernyataan siswa sebagai berikut :

Tabel 3: Cara Penyampaian Informasi Pada Setiap Adegan Membuat Saya Tetap  Kosentrasi Sampai Akhir Tayangan

Alternatif Pernyataan

Frekuensi

%

Sangat Setuju

10

33

Setuju

8

27

Ragu ragu

10

33

Tidak Setuju

2

7

Sangat Tidak Setuju

0

0

Jumlah

30

100

 

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat berkosentrasi dalam belajar dengan menyimak setiap adegan yang ditayangkan, dengan penyebaran frekuensi jawaban 33% responden menjawab sangat setuju, 27% responden menjawab Setuju, 33% responden menjawab ragu-ragu, 2% menjawab tidak setuju.

 

  1. Siswa sangat tertarik dan berminat untuk belajar karena Media Video Pembelajaran dapat membantu para siswa dalam memahami hal-hal atau konsep yang abstrak.

Dalam menyampaikan suatu konsep materi pembelajaran kepada siswa kadang mendapat kendala, dimana siswa sulit untuk memahami suatu materi karena sifat dari materi tersebut terlalu abstrak. Dengan bantuan media video, hal-hal demikian bisa diatasi karena video bisa mengilustrasikan sesuatu yang abstrak sekalipun. Hal ini membuat siswa menyenangi model pembelajaran yang menggunakan media video, sesuai dengan pernyataan siswa dalam table berikut ini :

Tabel 4: Saya  Sangat  Senang  Pada Pembelajaran  Yang Cara Menyampaikannya Melalui Video Karena Bisa Mengambarkan Sesuatu Yang Abstrak

Alternatif Pernyataan

Frekuensi

%

Sangat Setuju

15

50

Setuju

10

33

Ragu ragu

5

17

Tidak Setuju

0

0

Sangat Tidak Setuju

0

0

Jumlah

30

100

 

Berdasarkan analisa table di atas, dapat diinterpretasikan bahwa siswa sangat menyenangi model pembelajaran yang memanfaatkan media video, karena siswa mudah memahami materi-materi pelajaran yang bersifat abstrak dengan penyebaran frekuensi jawaban 50% responden menjawab Sangat Setuju, 33,3% responden menjawab Setuju, 16,7% responden menjawab ragu-ragu, 0% menjawab Tidak Setuju dan 0% menjawab Sangat Tidak Setuju.

 

Dari data tersebut, terlihat bahwa motivasi yang tibul akibat dari pemanfaatan media video pembelajaran sangat positif sekali, rangsangan inggin tau lebih dalam terhadap materi, siswa menjadi bersemangat dan berkosentrasi terhadap pelajaran dan siswa sangat menyukai model pembelajaran yang menggunakan media video. Meskipun belum secara menyeluruh motivasi ini timbul dari siswa, namun setidaknya dapat dijadikan acuan bahwa Pemanfaatan Media Video Pembelajaran dapat merubah sikap siswa yang suka ngobrol menjadi lebih memperhatikan dan terfokus pada tayangan video pembelajaran, yang kurang perhatian menjadi lebih bersemangat, dan suka bengong menjadi lebih tertarik untuk mengikuti alur adegan video pembelajaran yang ditayangkan. Dengan perkataan lain, data yang diperoleh dari observasi dan angket ini paling tidak dapat dijadikan sebagai gambaran adanya keterkaitan antara penggunaan media video pembelajaran dengan motivasi belajar siswa.

 

  1. Gambaran Hasil Belajar Siswa kaitannya dengan motivasi yang timbul dari pemanfaatan media video

Berdasarkan dokumentasi dan observasi di MTs N Jambi Timur, penulis mengambil 2 sampel bidang studi untuk melihat gambaran nilai hasil belajar anak kelas IX, yaitu Bidang Studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang biasa menggunakan media video pembelajaran dan Bidang Sosiologi  yang tidak menggunakan media video pembelajaran. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 5 .    Perolehan  Nilai  Hasil  Belajar  Siswa  Bidang Studi TIK Yang Sering Menggunakan Media Video Dalam Proses Pembelajaran

No

Aspek

Hasil Belajar Semester I TA.2016/2017

1

Rata-rata

73.6

2

Nilai tertinggsi

86

3

Nilai terendah

65

4

Persentase Ketuntasan Belajar Klasikal

100

Dokumentasi : Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar 2016/2017

Dari data tabel diatas menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa mencapai angka 73.6, Nilai tertinggi 86, Nilai terendah 65 dan Presentase Ketuntasan Belajar Klasikal 100%. Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif pemanfaatan media video dalam pembelajaran TIK terhadap hasil nilai belajar siswa.

 

Tabel  6:    Perolehan  Nilai  Hasil  Belajar  Siswa  Bidang Studi IPS Yang Tidak Menggunakan Media Video Pembelajaran

No

Aspek

Hasil Belajar Semester I TA.2016/2017

1

Rata-rata

67,8

2

Nilai tertinggsi

82

3

Nilai terendah

60

4

Persentase Ketuntasan Belajar Klasikal

80%

Dokumentasi : Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar 2016/2017

Perolehan data tabel diatas menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa mencapai angka 67,8, Nilai tertinggi 82, Nilai terendah 60 dan Presentase Ketuntasan Belajar Klasikal 80%. Bidang Studi Sosiologi ini tidak menggunakan media video dalam menyampaian bahan ajarnya kepada siswa, sehingga ada sedikit perbedaan nilai hasil belajar siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :

 

 

 

 

Tabel  7 :    Perbandingan Nilai Hasil Belajar Bidang Studi TIK dan Bidang Studi IPS

No

Aspek

Hasil Belajar Bid.Studi TIK

Hasil Belajar Bid.Studi IPS

Semester Ganjil

Semester  Ganjil

1

Rata-rata

73.6

67,8

2

Nilai tertingggi

86

82

3

Nilai terendah

65

60

4

Persentase Ketuntasan Belajar Klasikal

100

80%

Dokumentasi : Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar 2016/2017

 

Dari paparan data tabel diatas dapat dilihat bahwa jelas sekali perbedaan hasil belajar semester gajil siswa Kelas IX. MTs N Jambi Timur antara Bidang Studi TIK dengan Bidang Studi Sosiologi. Dimana Bidang Studi TIK dalam proses pembelajaran sering menggunakan media video dan Bidang Studi Sosiologi hanya menggunakan media gambar dan teks saja tidak menggunakan video.  

 

  1. Pembahasan Hasil Penelitian
  2. Bentuk Motivasi Yang Timbul Dari Pemanfaatan Media Video

Penelitian ini telah membuktikan bahwa pemanfaatan media video dapat meningkatkan Motivasi siswa kelas IX MTs N Jambi Timur Tahun Ajaran 2016/2017. Peningkatan Motivasi  siswa terbukti dengan timbulnya beberapa motivasi yang positif. Bentuk motivasi yang timbul akibat dari pemanfaatan media video diantaranya ;

Pertama Rasa inggin tahu siswa lebih dalam tentang materi yang diajarkan. Ini didapat dari kesimpulan jawaban pernyataan siswa yang menyatakan 57% Sangat Setuju dengan pernyataan “Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Membuat  Saya Terpicu Rasa Ingin Tahu Lebih Jauh”, Setuju 27% dan sisanya ragu-ragu. Setelah penayangan video berakhir siswa banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan isi materi yang ditontonnya. Ini juga membuktikan bahwa siswa telah termotivasi hingga membuat rasa ingin tau mereka lebih dalam terhadap isi materi yang disampaikan.

Kedua Konsentrasi Siswa Terfokus Pada Materi Pembelajaran. Ini juga didapat dari penarikan kesimpulan Jawaban atas pernyataan “Cara Penyampaian Informasi Pada Setiap Adegan Membuat Saya Tetap  Kosentrasi Sampai Akhir Tayangan”, dimana yang menjawab Sangat Setuju Sekali mencapai 33%, Setuju 27% dan ragu-ragu 33%. Ditinjau dari segi keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar, dengan menggunakan Media Video siswa lebih bersemangat, antusias memperhatikan tayangan yang berisikan materi pelajaran sehingga pada akhirnya pemahaman siswa yang didapat relatif bertahan lama dan akan meningkat jika dibandingkan dengan siswa yang hanya menerima saja dari gurunya. Dengan video ini memungkinkan anak untuk terpusat perhatiannya kepada alur cerita tersebut dan tidak membosankan. Hal ini  dibuktikan oleh Rosiani.E (2004:55) dalam penelitiannya skripsinya : “bahwa penggunaan media video dan media gambar dapat memberikan pemahaman isi cerita (materi) pada siswa. (Jurnal Yuyus Suherman)

 Ketiga  Siswa sangat tertarik dan berminat untuk belajar karena Media Video Pembelajaran dapat membantu para siswa dalam memahami hal-hal atau konsep yang abstrak. Kesimpulan peryataan ini juga diambil dari hasil analisa pernyataan siswa yaitu “Saya  Sangat  Senang  Pada Pembelajaran  Yang Cara Menyampaikannya Melalui Video Karena Bisa Mengambarkan Sesuatu Yang Abstrak”, atas pernyataan ini diperoleh 57% menjawab Sangat Setuju, 33% menjawab Setuju dan menjawab ragu-ragu 17%. Dengan menggunakan Media Video dalam proses pembelajaran akan lebih memotivasi siswa dalam belajar, tidak lekas jenuh dan bosan. Media Video bukan hanya menjadikan siswa tertarik akan materi pelajaran yang disajikan guru, namun media video menjadi media pembelajaran yang mampu menyederhanakan kompleksitas materi  yang abstrak. Hal tersebut menjadikan setiap materi pembelajaran akan mudah dimengerti, lebih mudah dipahami dan setiap siswa akan memiliki konsep yang sama terhadap suatu materi yang diajarkan. Selebihnya penggunaan Media Video menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna sejalan dengan pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.

Hasil Penelitian diatas sesuai dengan kutipan dalam buku Pedoman Pengembangan Video oleh Cheppy Riyana (2007 : 6 ) bahwa tujuan dari pemanfaatan Media Video Pembelajaran sebagai bahan ajar adalah :

  1. Meningkatkan motivasi dan gairah belajar para mahasiswa untuk menguasai materi perkuliahan secara utuh.
  2. Mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya terutama bahan ajar yang berbasis ICT.
  3. Memungkinkan mahasiswa untuk belajar lebih bermakna dengan tayangan-tayangan yang jelas  dan menarik perhatian mahasiswa. 
  4. Memungkinkan para mahasiswa untuk melakukan kegiatan peniruan (modeling) sesuai dengan isi  tayangan yang terdapat dalam video  

Sesuai juga dengan pernyataan Heinz Kock (1984 : 125-126) bahwa  dengan media dapat memudahkan proses belajar mengajar karena dapat berfungsi sebagai jembatan antara teori dan praktek, serta dapat memotivasi siswa dan menarik perhatian seluruh siswa dalam kelas.

 

BAB IV

PENUTUP

  1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil, yaitu:

  1. Pemanfaatan Media Video dalam kegiatan pembelajaran  dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, khususnya motivasi siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas. Juga dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang pada gilirannya akan menunjang peningkatan pencapaian hasil belajar. Media video bisa mempengaruhi aspek kognitif, afektif dan psikomotor, contohnya media video   mampu memberikan rangsangan berupa gerak yang serasi, seperti kecepatan objek yang bergerak, penyimpangan dalam gerakan dan sebagainya
  2. Sebuah Media Video yang mampu meningkatkan motivasi dan efektifitas bagi siswa sebagai sasaran dan guru sebagai penggunanya, maka guru sebagai fasilitator harus memperhatikan beberapa karakteristik video yang digunakan, antara lain :
  1. Video harus mampu menampilkan benda yang sangat tidak mungkin dibawa ke dalam kelas karena beberapa hal seperti : terlalu besar (gunung), terlalu abstrak (kejadian bencana alam), terlalu rumit (proses produksi), terlalu jauh (kehidupan di kubub) dan sebagainya.
  2. Video yang mampu mempersingkat proses, seperti proses penyemaian padi hingga panen, proses pengguapan hingga hujan, proses penginstalan hingga selesai dll.
  3. Video yang mampu memanipulasi tampilan gambar, sesekali objek perlu diberikan manipulasi tertentu sesuai dengan tuntutan pesan yang ingin disampaikan  sebagai contoh objek-objek yang terjadi  pada masa lampau dapat dimanipulasi digabungkan  dengan masa sekarang.
  4. Video yang mampu memberikan daya tariknya yang luar biasa sehingga mampu mempertahankan perhatian siswa/audien yang melihat video tersebut.  Hasil penelitian menunjukan  siswa bisa bertahan lebih lama hingga 1-2 jam untuk  menyimak televisi/video dengan baik dibandingkan  dengan  mendengarkan saja  yang hanya mampu  bertahah dalam waktu 25-30 menit saja.
  5. Video mampu menampilkan objek gambar dan informasi yang paling baru, hangat dan actual (immediacy) atau kekinian. Dengan sentuhan informasi yang masih hangat dan actual membuat siswa tertarik untuk menyaksikan tayangan video tersebut.  

 

  1. Media (video), Siswa (Motivasi) dan Hasil Belajar adalah 3 komponen yang sangat mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Hasil Belajar adalah tujuan yang ingin dicapai pada setiap priode pembelajaran. Untuk mencapai hasil harus melalui proses diantaranya kegiatan belajar mengajar. Dalam KBM guru dan siswa berinteraksi melalui berbagai media. Kalau melihat dari deskripsi hasil penelitian pada Bab III ada indikasi pengaruh pemanfaatan media video, motivasi siswa dalam belajar terhadap hasil belajar semester ganjil kelas IX MTs N Jambi Timur Kota Jambi. Ini mengisyaratkan bahwa pencapaian tujuan pendidikan juga dipengaruhi oleh Profesional Guru dalam mengajar ( pengguasaan berbagai media), Motivasi siswa dalam belajar (motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik)  yang pada akhirnya tergambar dalam hasil belajar.  

  2. Saran

Saran yang perlu diperhatikan sehubungan dengan Pemanfaatan Media Video sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut:

  1. Pemanfaatan Media Video juga hendaknya tidak menggantikan fungsi guru sebagai fasilitator dan motivator sehingga bagaimanapun canggihnya media Video yang digunakan fungsinya tetap sebagai alat mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran.
  2. Sebaiknya media Video yang digunakan adalah yang familiar dan mudah pengoperasiannya sehingga dalam pelaksanaannya siswa bisa dilibatkan secara langsung dan bukan sekedar objek.

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arief Sadiman, dkk, 1986, Media Pendidikan. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta

Dadang Sukirman, 2005. Jurnal “Pemanfaatan Sumber Belajar Secara Luas dan  Bervariasi Dalam Implementasi Kurikulum 2004”. Jurusan Kurtek UPI Bandung

Dewi Salma dan Eveline Siregar. 2007. Mozaik Teknologi Pendidikan, Kencana Media Group, Jakarta

Hamzah B. Uno, 2008, Profesi Kependidikan, Edisi I, Cetakan II, PT Bumi Aksara, Jakarta.

  1. Age S. Muchyidin, 2005. Jurnal “Pengembangan Sumber Belajar dan Upaya-upaya Peningkatan Minat Belajar Siswa. Jur. Kurtek. UPI Bandun.
  2. Alisuf Sabri, 1996. Psikologi Pendidikan, Pedoman Ilmu Jaya Cet. II : Jakarta

Rahmat Yusuf, 2008. Jurnal ‘Pengembangan Pendekatan dan Media Pembelajaran di SMK : Alternatif Solusi Peningkatan Kualitas Pendidikan  Kejuruan. Jurusan Kurtek. UPI Bandung

Rusman,Dr.M.Pd. 2009. Manajemen Kurikulum. Rajawai Pers. Jakarta

Sadiman. A, 1995. Media Pendidikan. PT. Raja Grasindo Persada. Jakarta

Setijadi, 1986. Definisi Teknologi Pendidikan, Edisi I, Cetakan I, CV Rajawali, Jakarta.

Susilana Rudi,Drs,M.Si. Riyana Cepi,M.pd, 2008, Komputer Pembelajaran, Wacana Prima, Bandung

Sudarwan Danim, 1995, Media Komunikasi Pendidikan, Edisi I, Cetakan I, PT Bumi Aksara, Jakarta.

Wena, weda, 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. PT. Bumi Aksara. Jakarta

Yayah Pujasari, 2006. Jurnal “Pemahaman Tentang Motivasi Berprestasi dan Implikasinya Terhhadap Prestasi Belajar

Yuyus Suherman dan Euis Heryati.2008. Jurnal “Kontribusi Media Video Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Cerita Pada Siswa Attention Defict Hyperactivity Disorder (ADHD). Jurusan Kurtek UPI Bandung

Yusufhadi Miarso, 2004. ”Menyemai Benih Teknologi Pendidikan”  Prenada Media, Jakarta.

http://www.scribd.com/doc/16169923/Modul-Pembuatan-Video.html

 

 

 

RIWAYAT HIDUP

 

Penulis bernama SYOFIAN.Is,S.Ag,S.Pd,M.Pd, anak kedua dari pasangan dari Bapak Ismail dan Ibu Hapsah. Lahir di Sei-Piring Inhil Riau pada tanggal 19 Oktober 1974.

Pendidikan yang pernah ditempuh adalah ; Seolah Dasar di SD.N 03 Enok Dalam Inhil lulus tahun 1988, MTs.N Tembilahan lulus tahun 1991, MA.N Ka.Enok Inhil lulus tahun 1994, Sarjana Strata Satu (S.1) pada IAIN STS Jambi lulus tahun 1999. S1-Kedua pada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi Kurikulum Teknoklogi Pendidikan Kosentrasi Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi. Magister Teknologi Pendidikan  di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saipuddin Jambi Tahun 2018.

Pengalaman pekerjaan penulis antara lain ; Sebagai Guru TIK pada MTs.N Jambi Timur mulai dari tahun 2004 sampai sekarang, Guru TIK MA.N 3 Kota Jambi dari tahun 2004 sampai tahun 2015 dan Guru TIK MTs. Dharma Wanita Depag Kota Jambi mulai dari tahun 2005 sampai tahun 2010.  

 

 

[1] Heinich, R., et. al.Instructional Media and Technologies for Learning. New Jersey: Prentice Hall, Englewood Cliffs. (1990 : 4)

[2] Susilana Rudi,Drs,M.Si. Riyana Cepi,M.pd, Komputer Pembelajaran, (Bandung :Wacana Prima, 2008) hal 5

[3] Arief Sadiman, dkk, Media Pendidikan. (Jakarta :PT Raja Grafindo Persada,1986) hal 7

 

[4] Susilana Rudi,Drs,M.Si. Riyana Cepi,M.pd, Komputer Pembelajaran, (Wacana Prima, Bandung 2008) hal 13

[5] M. Alisuf Sabri. Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya  Cet. II, 1993) hal 128

 

[6] M. Alisuf Sabri. Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya  Cet. II, 1993) hal 86


Go Back To Home

Jadwal Sholat

Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya

Memuat tanggal...

Imsak--:--
Subuh--:--
Terbit--:--
Dhuha--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Peta Lokasi MTSN 4 Kota Jambi

Mars Madrasah