JURNAL LITERASIOLOGI
PEMANFAATAN MEDIA VIDEO DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MTsN JAMBI TIMUR KOTA JAMBI
SYOFIAN.Is
MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4
KOTA JAMBI
ABSTRAK
Media merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam menunjang tercapainya tujuan pembelajaran. Oleh karena itu guru perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Pemanfaatan media video salah satunya dapat mempermudah dan memperjelas proses daya serap siswa sehingga media video dapat meningkatkan perhatian dan keingginan siswa untuk mengikuti pelajaran yang pada akhirnya dapat meningkatkan hasil belajar itu sendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi objektif mengenai pemanfaatan media video dalam meningkatkan motivasi belajar siswa MTS N Jambi Timur Kota Jambi yang meliputi ; jenis motivasi yang timbul dari pemanfaatan media videopada siswa, karakteristik video yang seperti apa yang digunakan di MTS N Jambi Timur Kota Jambi dan gambaran hasil belajar hubungannya dengan pemanfaatan media video pembelajaran.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan prosedur pemecahan masalahnya menggunakan deskripsi analisis, mengabungkan beberapa pendapat para ahli dan teori-teroi yang relevan serta uraian dari kajian penulis dalam menganalisis temuan-temuan dilapangan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara (1) Angket, (2) Observasi,(3) Wawancara. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif oleh penulis dan didukung oleh pendapat para ahli dan teori yang relevan sehingga mendapatkan suatu kesimpulan penelitian.
Dari hasil analisis penulis didapat bahwa ; pertama pemanfaatan media video di MTS N Jambi Timur Kota Jambi memberikan efek kepada siswa berupa timbulnya motivasi-motivasi positif seperti ; timbulnya rasa inggin tau siswa lebih dalam terhadap materi yang disampaikan, kosentrasi siswa terfokus pada materi pembelajaran dan siswa sangat tertarik dan berminat untuk belajar karena media video dapat membantu mereka dalam memahami materi-materi yang bersifat abstrak. Kedua ternyata karakteristik video yang digunakan di MTS N Jambi Timur Kota Jambi sudah memenuhi keritera video pembelajaran dan ketiga karena pemanfaatan media video mampu membangkitkan motivasi belajar siswa, sehingga siswa termotivasi untuk belajar dengan tekun, maka berimplikasi kepada hasil belajar mereka.
Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa media video memberikan pengalaman yang menarik bagi siswa, sehingga siswa termotivasi untuk belajar giat yang pada akhirnya menghasilkan prestasi belajar yang semakin tinggi.
Kata Kunci : Media Video dan Motivasi Belajar
BAB I
Pada hakekatnya proses belajar mengajar adalah proses komunikasi yang harus diciptakan atau diwujudkan melalui kegiatan penyampaian dan tukar menukar pesan atau informasi oleh setiap tenaga pengajar dan peserta didik sehingga terjadi proses belajar. Sebagaimana diungkapkan oleh Heinich, Molenda dan Russel (1990 : 4) “Instruction is the arrangement of information to produce learning. The transfer of information from the source to a destination is called communication”.[1]
Sebagai sumber pesan idealnya seorang guru harus menciptakan kondisi yang memungkinkan proses komunikasi berjalan lancar, agar pesan yang disampaikan dapat diterima melalui “chanel” yaitu alat-alat indera siswa. Guru perlu mengidentifikasi berbagai kemungkinan atau hal-hal yang dapat mengganggu proses terjadinya komunikasi yakni dengan menggunakan media pembelajara. Media pembelajaran bukan hanya dapat memperlancar proses komunikasi akan tetapi dapat merangsang motivasi siswa dalam merespon dengan cepat tentang pesan yang akan disampaikan, oleh sebab itu media pembelajaran pada akhirnya dapat mendukung peningkatan hasil belajar siswa.
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Oleh karena itu guru perlu mempelajari bagaimana menetapkan media pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Pada kenyataannya media pembelajaran masih sering terabaikan dengan berbagai alasan, antara lain: terbatasnya waktu untuk membuat persiapan mengajar, sulit mencari media yang tepat, tidak tersedianya biaya, dan lain-lain. Hal ini sebenarnya tidak perlu terjadi jika setiap guru atau fasilitator telah mempunyai pengetahuan dan keterampilan mengenai media pembelajaran.
Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dibutuhkan adanya media yang tepat agar siswa bisa menguasai materi pelajaran yang diberikan dengan baik dan optimal sehingga nantinya akan mencapai hasil yang diingginkan. Disamping itu penggunaan media yang baik juga sangat membantu dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang lebih berhasil dan menyenangkan.
Video/VCD pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencerna materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik. Secara fisik Video/VCD pembelajaran merupakan program pembelajaran yang dikemas dalam kaset video atau VCD dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD player serta TV monitor.
Pembelajaran dengan memanfaatkan video merupakan suatu alternatif yang diperkirakan dapat memberikan perbedaan yang signifikan pada hasil belajar siswa pada ranah kognitif, di sisi lain pemanfaatan media video ini juga dapat membantu guru dalam mengatasi keterbatasan waktu, ruang dan gerak dalam menjawab permasalan-permasalan yang dihadapi.
Pemanfaatan media pembelajaran yang berbentuk video memungkinkan digunakan dalam berbagai keadaan tempat, baik di sekolah maupun di rumah serta yang paling utama adalah dapat memenuhi nilai atau fungsi media pembelajaran secara umum. Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka judul yang dipilih dalam makalah ini adalah “Pemanfaatan Media Video Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Di MTs N Jambi Timur Kota Jambi”
Adapun rumusan masalah pada makalah ini antara lain :
Adapun penelian ini bertujuan untuk mengetahui proses penggunaan dan pemanfaatan media video dalam pembelajaran untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
Adapun manfaat penulisan ini adalah :
BAB II
KERANGKA TEORI
Kata “media” berasal dari kata latin, merupakan bentuk jamak dari kata “medium”. Secara harfiah kata tersebut mempunyai arti perantara atau pengantar.[2] Sedangkan menurut Gagne (1970) Media adalah berbagai jenis komponen dan lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Briggs berpendapat bahwa media adalah sejenis alat fisik yang menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar.[3]
Media pembelajaran sangat beraneka ragam tetapi pada dasarnya diklasifikasikan kedalam beberapa hal yaitu :
Menurut bentuk informasi yang digunakan, kita dapat memisahkan dan mengklasifikasi media penyaji dalam lima kelompok besar, yaitu media visual diam, media visual gerak, media audio, media audio visual diam, dan media audio visual gerak.[4]
Media video adalah media yang menyajikan informasi dalam bentuk suara dan visual. Unsur suara yang ditampilkan berupa : narasi, dialog, sound effect dan music, sedangkan unsur visual berupa : gambar/foto diam (still image), gambar bergerak (motion picture), animasi dan teks.
Video/VCD pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencema materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik. Secara fisik Video/VCD pembelajaran merupakan program pembelajaran yang dikemas dalam kaset video atau VCD dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD player serta TV monitor.
Menurut Alisuf Sabri, Motivasi adalah segala sesuatu yang menjadi pendorong tingkah laku yang menuntut/mendorong orang untuk memenuhi suatu kebutuhan. Dan sesuatu yang dijadikan motivasi itu merupakan suatu keputusan yang telah ditetapkan individu sebagai suatu kebutuahan/tujuan yang nyata ingin dicapai.[5] Dengan demikian, kebutuhan inilah yang akan menimbulkan dorongan atau motif untuk melakukan tindakan tertentu, di mana diyakini bahwa jika perbuatan itu telah dilakukan, maka tercapailah keadaan keseimbangan dan timbullah perasaan puas dalam diri individu.
Motivasi sangat berperan dalam belajar. Dengan motivasi inilah siswa menjadi tekun dalam proses belajar, dan dengan motivasi itu pulalah kualitas hasil belajar siswa juga kemungkinannya dapat diwujudkan.
Siswa yang dalam proses belajar mempunyai motivasi yang kuat dan jelas pasti akan tekun dan berhasil belajarnya. Kepastian itu dimungkinkan oleh sebab adanya ketiga fungsi motivasi sebagai berikut:
BAB III
DESKRIPSI DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil penelitian di lapangan dengan melakukan observasi dan menyebarkan angket motivasi kepada siswa MTs N Jambi Timur kelas IX sebagai sampel, bentuk bentuk motivasi yang timbul akibat dari penggunaan media video dalam pembelajaran adalah sebagai berikut :
Proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan menggunakan media video pembelajaran dikelas memberikan efek positif bagi siswa. Disaat proses pembelajaran di kelas penulis mengamati aktivitas siswa sewaktu menyaksikan tayangan video pembelajaran, mereka sangat serius dan tertib mengikuti alur materi yang ada di tayangan video tersebut. Hal ini diperkuat dengan jawaban atas pernyataan siswa melalui penyebaran angket. Untuk lebih jelasnya perhatikan Tabel dibawah ini :
Tabel 2 : Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Membuat Saya Terpicu Rasa Ingin Tahu Lebih Jauh
|
Alternatif Pernyataan |
Frekuensi |
% |
|
Sangat Setuju |
17 |
57 |
|
Setuju |
8 |
27 |
|
Ragu ragu |
5 |
16 |
|
Tidak Setuju |
0 |
0 |
|
Sangat Tidak Setuju |
0 |
0 |
|
Jumlah |
30 |
100 |
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dengan penyebaran frekuensi jawaban 57% responden menjawab Sangat Setuju, 27% responden menjawab Setuju, 5% responden menjawab Ragu-ragu, 0% menjawab Tidak Setuju dan 0% menjawab sangat tidak setuju. Hal ini menunjukkan bahwa Pembelajaran dengan media video pembelajaran membuat siswa terangsang motivasi belajar dan rasa inggin taunya lebih jauh tentang materi-materi yang disampaikan.
Materi pembelajaran yang disusun dengan baik dan disampaikan melalui Media Video Pembelajaran membuat siswa terkonsentasi terhadap tayangan tersebut. Ini dibutikan dengan jawaban atas pernyataan siswa sebagai berikut :
Tabel 3: Cara Penyampaian Informasi Pada Setiap Adegan Membuat Saya Tetap Kosentrasi Sampai Akhir Tayangan
|
Alternatif Pernyataan |
Frekuensi |
% |
|
Sangat Setuju |
10 |
33 |
|
Setuju |
8 |
27 |
|
Ragu ragu |
10 |
33 |
|
Tidak Setuju |
2 |
7 |
|
Sangat Tidak Setuju |
0 |
0 |
|
Jumlah |
30 |
100 |
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa siswa sangat berkosentrasi dalam belajar dengan menyimak setiap adegan yang ditayangkan, dengan penyebaran frekuensi jawaban 33% responden menjawab sangat setuju, 27% responden menjawab Setuju, 33% responden menjawab ragu-ragu, 2% menjawab tidak setuju.
Dalam menyampaikan suatu konsep materi pembelajaran kepada siswa kadang mendapat kendala, dimana siswa sulit untuk memahami suatu materi karena sifat dari materi tersebut terlalu abstrak. Dengan bantuan media video, hal-hal demikian bisa diatasi karena video bisa mengilustrasikan sesuatu yang abstrak sekalipun. Hal ini membuat siswa menyenangi model pembelajaran yang menggunakan media video, sesuai dengan pernyataan siswa dalam table berikut ini :
Tabel 4: Saya Sangat Senang Pada Pembelajaran Yang Cara Menyampaikannya Melalui Video Karena Bisa Mengambarkan Sesuatu Yang Abstrak
|
Alternatif Pernyataan |
Frekuensi |
% |
|
Sangat Setuju |
15 |
50 |
|
Setuju |
10 |
33 |
|
Ragu ragu |
5 |
17 |
|
Tidak Setuju |
0 |
0 |
|
Sangat Tidak Setuju |
0 |
0 |
|
Jumlah |
30 |
100 |
Berdasarkan analisa table di atas, dapat diinterpretasikan bahwa siswa sangat menyenangi model pembelajaran yang memanfaatkan media video, karena siswa mudah memahami materi-materi pelajaran yang bersifat abstrak dengan penyebaran frekuensi jawaban 50% responden menjawab Sangat Setuju, 33,3% responden menjawab Setuju, 16,7% responden menjawab ragu-ragu, 0% menjawab Tidak Setuju dan 0% menjawab Sangat Tidak Setuju.
Dari data tersebut, terlihat bahwa motivasi yang tibul akibat dari pemanfaatan media video pembelajaran sangat positif sekali, rangsangan inggin tau lebih dalam terhadap materi, siswa menjadi bersemangat dan berkosentrasi terhadap pelajaran dan siswa sangat menyukai model pembelajaran yang menggunakan media video. Meskipun belum secara menyeluruh motivasi ini timbul dari siswa, namun setidaknya dapat dijadikan acuan bahwa Pemanfaatan Media Video Pembelajaran dapat merubah sikap siswa yang suka ngobrol menjadi lebih memperhatikan dan terfokus pada tayangan video pembelajaran, yang kurang perhatian menjadi lebih bersemangat, dan suka bengong menjadi lebih tertarik untuk mengikuti alur adegan video pembelajaran yang ditayangkan. Dengan perkataan lain, data yang diperoleh dari observasi dan angket ini paling tidak dapat dijadikan sebagai gambaran adanya keterkaitan antara penggunaan media video pembelajaran dengan motivasi belajar siswa.
Berdasarkan dokumentasi dan observasi di MTs N Jambi Timur, penulis mengambil 2 sampel bidang studi untuk melihat gambaran nilai hasil belajar anak kelas IX, yaitu Bidang Studi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang biasa menggunakan media video pembelajaran dan Bidang Sosiologi yang tidak menggunakan media video pembelajaran. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 5 . Perolehan Nilai Hasil Belajar Siswa Bidang Studi TIK Yang Sering Menggunakan Media Video Dalam Proses Pembelajaran
|
No |
Aspek |
Hasil Belajar Semester I TA.2016/2017 |
|
1 |
Rata-rata |
73.6 |
|
2 |
Nilai tertinggsi |
86 |
|
3 |
Nilai terendah |
65 |
|
4 |
Persentase Ketuntasan Belajar Klasikal |
100 |
Dokumentasi : Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar 2016/2017
Dari data tabel diatas menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa mencapai angka 73.6, Nilai tertinggi 86, Nilai terendah 65 dan Presentase Ketuntasan Belajar Klasikal 100%. Ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang positif pemanfaatan media video dalam pembelajaran TIK terhadap hasil nilai belajar siswa.
Tabel 6: Perolehan Nilai Hasil Belajar Siswa Bidang Studi IPS Yang Tidak Menggunakan Media Video Pembelajaran
|
No |
Aspek |
Hasil Belajar Semester I TA.2016/2017 |
|
1 |
Rata-rata |
67,8 |
|
2 |
Nilai tertinggsi |
82 |
|
3 |
Nilai terendah |
60 |
|
4 |
Persentase Ketuntasan Belajar Klasikal |
80% |
Dokumentasi : Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar 2016/2017
Perolehan data tabel diatas menunjukkan bahwa rata-rata nilai hasil belajar siswa mencapai angka 67,8, Nilai tertinggi 82, Nilai terendah 60 dan Presentase Ketuntasan Belajar Klasikal 80%. Bidang Studi Sosiologi ini tidak menggunakan media video dalam menyampaian bahan ajarnya kepada siswa, sehingga ada sedikit perbedaan nilai hasil belajar siswa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Tabel 7 : Perbandingan Nilai Hasil Belajar Bidang Studi TIK dan Bidang Studi IPS
|
No |
Aspek |
Hasil Belajar Bid.Studi TIK |
Hasil Belajar Bid.Studi IPS |
|
Semester Ganjil |
Semester Ganjil |
||
|
1 |
Rata-rata |
73.6 |
67,8 |
|
2 |
Nilai tertingggi |
86 |
82 |
|
3 |
Nilai terendah |
65 |
60 |
|
4 |
Persentase Ketuntasan Belajar Klasikal |
100 |
80% |
Dokumentasi : Rekapitulasi Nilai Hasil Belajar 2016/2017
Dari paparan data tabel diatas dapat dilihat bahwa jelas sekali perbedaan hasil belajar semester gajil siswa Kelas IX. MTs N Jambi Timur antara Bidang Studi TIK dengan Bidang Studi Sosiologi. Dimana Bidang Studi TIK dalam proses pembelajaran sering menggunakan media video dan Bidang Studi Sosiologi hanya menggunakan media gambar dan teks saja tidak menggunakan video.
Penelitian ini telah membuktikan bahwa pemanfaatan media video dapat meningkatkan Motivasi siswa kelas IX MTs N Jambi Timur Tahun Ajaran 2016/2017. Peningkatan Motivasi siswa terbukti dengan timbulnya beberapa motivasi yang positif. Bentuk motivasi yang timbul akibat dari pemanfaatan media video diantaranya ;
Pertama Rasa inggin tahu siswa lebih dalam tentang materi yang diajarkan. Ini didapat dari kesimpulan jawaban pernyataan siswa yang menyatakan 57% Sangat Setuju dengan pernyataan “Penggunaan Media Video Dalam Pembelajaran Membuat Saya Terpicu Rasa Ingin Tahu Lebih Jauh”, Setuju 27% dan sisanya ragu-ragu. Setelah penayangan video berakhir siswa banyak mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berkenaan dengan isi materi yang ditontonnya. Ini juga membuktikan bahwa siswa telah termotivasi hingga membuat rasa ingin tau mereka lebih dalam terhadap isi materi yang disampaikan.
Kedua Konsentrasi Siswa Terfokus Pada Materi Pembelajaran. Ini juga didapat dari penarikan kesimpulan Jawaban atas pernyataan “Cara Penyampaian Informasi Pada Setiap Adegan Membuat Saya Tetap Kosentrasi Sampai Akhir Tayangan”, dimana yang menjawab Sangat Setuju Sekali mencapai 33%, Setuju 27% dan ragu-ragu 33%. Ditinjau dari segi keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar, dengan menggunakan Media Video siswa lebih bersemangat, antusias memperhatikan tayangan yang berisikan materi pelajaran sehingga pada akhirnya pemahaman siswa yang didapat relatif bertahan lama dan akan meningkat jika dibandingkan dengan siswa yang hanya menerima saja dari gurunya. Dengan video ini memungkinkan anak untuk terpusat perhatiannya kepada alur cerita tersebut dan tidak membosankan. Hal ini dibuktikan oleh Rosiani.E (2004:55) dalam penelitiannya skripsinya : “bahwa penggunaan media video dan media gambar dapat memberikan pemahaman isi cerita (materi) pada siswa. (Jurnal Yuyus Suherman)
Ketiga Siswa sangat tertarik dan berminat untuk belajar karena Media Video Pembelajaran dapat membantu para siswa dalam memahami hal-hal atau konsep yang abstrak. Kesimpulan peryataan ini juga diambil dari hasil analisa pernyataan siswa yaitu “Saya Sangat Senang Pada Pembelajaran Yang Cara Menyampaikannya Melalui Video Karena Bisa Mengambarkan Sesuatu Yang Abstrak”, atas pernyataan ini diperoleh 57% menjawab Sangat Setuju, 33% menjawab Setuju dan menjawab ragu-ragu 17%. Dengan menggunakan Media Video dalam proses pembelajaran akan lebih memotivasi siswa dalam belajar, tidak lekas jenuh dan bosan. Media Video bukan hanya menjadikan siswa tertarik akan materi pelajaran yang disajikan guru, namun media video menjadi media pembelajaran yang mampu menyederhanakan kompleksitas materi yang abstrak. Hal tersebut menjadikan setiap materi pembelajaran akan mudah dimengerti, lebih mudah dipahami dan setiap siswa akan memiliki konsep yang sama terhadap suatu materi yang diajarkan. Selebihnya penggunaan Media Video menjadikan proses pembelajaran lebih bermakna sejalan dengan pendekatan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan menyenangkan.
Hasil Penelitian diatas sesuai dengan kutipan dalam buku Pedoman Pengembangan Video oleh Cheppy Riyana (2007 : 6 ) bahwa tujuan dari pemanfaatan Media Video Pembelajaran sebagai bahan ajar adalah :
Sesuai juga dengan pernyataan Heinz Kock (1984 : 125-126) bahwa dengan media dapat memudahkan proses belajar mengajar karena dapat berfungsi sebagai jembatan antara teori dan praktek, serta dapat memotivasi siswa dan menarik perhatian seluruh siswa dalam kelas.
BAB IV
PENUTUP
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil, yaitu:
Saran yang perlu diperhatikan sehubungan dengan Pemanfaatan Media Video sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut:
DAFTAR PUSTAKA
Arief Sadiman, dkk, 1986, Media Pendidikan. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta
Dadang Sukirman, 2005. Jurnal “Pemanfaatan Sumber Belajar Secara Luas dan Bervariasi Dalam Implementasi Kurikulum 2004”. Jurusan Kurtek UPI Bandung
Dewi Salma dan Eveline Siregar. 2007. Mozaik Teknologi Pendidikan, Kencana Media Group, Jakarta
Hamzah B. Uno, 2008, Profesi Kependidikan, Edisi I, Cetakan II, PT Bumi Aksara, Jakarta.
Rahmat Yusuf, 2008. Jurnal ‘Pengembangan Pendekatan dan Media Pembelajaran di SMK : Alternatif Solusi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kejuruan. Jurusan Kurtek. UPI Bandung
Rusman,Dr.M.Pd. 2009. Manajemen Kurikulum. Rajawai Pers. Jakarta
Sadiman. A, 1995. Media Pendidikan. PT. Raja Grasindo Persada. Jakarta
Setijadi, 1986. Definisi Teknologi Pendidikan, Edisi I, Cetakan I, CV Rajawali, Jakarta.
Susilana Rudi,Drs,M.Si. Riyana Cepi,M.pd, 2008, Komputer Pembelajaran, Wacana Prima, Bandung
Sudarwan Danim, 1995, Media Komunikasi Pendidikan, Edisi I, Cetakan I, PT Bumi Aksara, Jakarta.
Wena, weda, 2009. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. PT. Bumi Aksara. Jakarta
Yayah Pujasari, 2006. Jurnal “Pemahaman Tentang Motivasi Berprestasi dan Implikasinya Terhhadap Prestasi Belajar
Yuyus Suherman dan Euis Heryati.2008. Jurnal “Kontribusi Media Video Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Cerita Pada Siswa Attention Defict Hyperactivity Disorder (ADHD). Jurusan Kurtek UPI Bandung
Yusufhadi Miarso, 2004. ”Menyemai Benih Teknologi Pendidikan” Prenada Media, Jakarta.
http://www.scribd.com/doc/16169923/Modul-Pembuatan-Video.html
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama SYOFIAN.Is,S.Ag,S.Pd,M.Pd, anak kedua dari pasangan dari Bapak Ismail dan Ibu Hapsah. Lahir di Sei-Piring Inhil Riau pada tanggal 19 Oktober 1974.
Pendidikan yang pernah ditempuh adalah ; Seolah Dasar di SD.N 03 Enok Dalam Inhil lulus tahun 1988, MTs.N Tembilahan lulus tahun 1991, MA.N Ka.Enok Inhil lulus tahun 1994, Sarjana Strata Satu (S.1) pada IAIN STS Jambi lulus tahun 1999. S1-Kedua pada Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Fakultas Ilmu Pendidikan Prodi Kurikulum Teknoklogi Pendidikan Kosentrasi Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi. Magister Teknologi Pendidikan di Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saipuddin Jambi Tahun 2018.
Pengalaman pekerjaan penulis antara lain ; Sebagai Guru TIK pada MTs.N Jambi Timur mulai dari tahun 2004 sampai sekarang, Guru TIK MA.N 3 Kota Jambi dari tahun 2004 sampai tahun 2015 dan Guru TIK MTs. Dharma Wanita Depag Kota Jambi mulai dari tahun 2005 sampai tahun 2010.
[1] Heinich, R., et. al.Instructional Media and Technologies for Learning. New Jersey: Prentice Hall, Englewood Cliffs. (1990 : 4)
[2] Susilana Rudi,Drs,M.Si. Riyana Cepi,M.pd, Komputer Pembelajaran, (Bandung :Wacana Prima, 2008) hal 5
[3] Arief Sadiman, dkk, Media Pendidikan. (Jakarta :PT Raja Grafindo Persada,1986) hal 7
[4] Susilana Rudi,Drs,M.Si. Riyana Cepi,M.pd, Komputer Pembelajaran, (Wacana Prima, Bandung 2008) hal 13
[5] M. Alisuf Sabri. Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya Cet. II, 1993) hal 128
[6] M. Alisuf Sabri. Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Pedoman Ilmu Jaya Cet. II, 1993) hal 86
Untuk Wilayah Kota Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...